Tips Berkendara Malam Hari saat Mudik agar Lebih Aman

icon 28 February 2025
icon Admin

Karena lalu lintas yang dinilai lebih lengang dan udara yang lebih sejuk, tak sedikit orang yang memilih mudik di malam hari. Namun, mengemudi di malam hari ternyata lebih berbahaya. 

Bahkan, menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), laka lantas yang fatal terjadi 3 kali lebih sering daripada di siang hari. Lantas, adakah tips jitu yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko berkendara di malam hari?

Jangan Mengemudi di Malam Hari Saat Mudik Kalau Belum Tahu 7 Tips Ini

Masih ingat dengan kecelakaan antara mobil dan truk di tol (Surabaya-Jombang) atau kecelakaan beruntun di Tol Cipularang antara 1 mobil serta 2 truk yang viral di awal tahun 2025 ini? Masing-masing kecelakaan tersebut terjadi antara waktu sore hingga malam hari. 

Hal ini sejalan dengan laporan dari National Safety Council bahwa waktu puncak kecelakaan fatal dari Oktober hingga Maret adalah antara pukul 4 sore hingga 7.50 malam. Untungnya, ada beberapa tips praktis yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko bahaya ini, di antaranya:

  1. Pastikan Kaca Depan Bersih untuk Mengurangi Silau

Silau dari lampu kendaraan lain bisa mengganggu pandangan, terutama jika kaca depan kotor. Perlu Anda ketahui bahwa kotoran pada kaca dapat menyebarkan cahaya sehingga memperburuk visibilitas. 

Oleh karena itu, jangan lupa untuk membersihkan kaca depan sebelum berangkat menggunakan lap microfiber. Selain itu, menggunakan pelapis anti-silau pada kaca depan atau memakai kacamata khusus anti-glare juga bisa menurunkan efek silau.

  1. Gunakan Lampu Jauh Hanya saat Diperlukan

Tips selanjutnya adalah menyalakan lampu jauh hanya saat diperlukan saja, misalnya di jalan pedesaan dekat hutan, ladang, atau persawahan. 

Hindari penggunaan lampu jauh saat cuaca buruk seperti saat hujan atau berkabut, karena dapat mengurangi jarak pandang. 

Selain itu, matikan juga lampu jauh saat Anda melewati tanjakan atau di tikungan supaya tidak menyilaukan kendaraan dari arah berlawanan.

  1. Pelan-Pelan Saja

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa kecelakaan akibat kecepatan tinggi lebih sering terjadi di malam hari. 

Menurut data NHTSA, 37% kecelakaan fatal di malam hari karena mengemudi dengan kecepatan tinggi. Hal ini disebabkan oleh jarak pandang yang lebih pendek dan waktu reaksi yang lebih pendek. 

Sebagai gambaran, lampu standar kendaraan rata-rata hanya mampu menerangi jalan sejauh 40 meter dan lampu jauh jarak sorotnya ±100 meter. Sementara itu, untuk berhenti total dari kecepatan 64 km/jam, dibutuhkan jarak sekitar 58 meter. 

Jika kecepatan mengemudi Anda lebih tinggi, risiko tabrakan tentunya meningkat karena tidak cukup waktu untuk bereaksi terhadap hambatan di jalan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan cuaca. 

  1. Rencanakan Rute Perjalanan Mudik

Sebelum berangkat, pastikan Anda sudah menentukan rute perjalanan yang akan diambil dan memastikan keamanannya. 

Pilihlah jalur yang sering dilalui atau sudah dikenal, supaya Anda bisa lebih fokus mengemudi tanpa khawatir akan tersesat. Jika harus melewati jalan baru, gunakan aplikasi navigasi untuk membantu.

  1. Ambil Istirahat secara Teratur

Usahakan untuk beristirahat di tempat yang aman setiap 2-3 jam agar tubuh tetap segar. Saat istirahat, lakukan peregangan, atau minum secangkir kopi bila perlu agar rasa kantuk berkurang dan tubuh lebih rileks.

  1. Jadilah Pengemudi yang Defensif

Saat mengemudi di malam hari, gunakan naluri mengemudi defensif Anda! Artinya, berkendaralah dengan tenang tanpa terdistraksi dengan kegiatan lain yang dapat mengalihkan fokus. 

Misalnya, memainkan HP, sibuk meraih barang, melamun, dan sebagainya. Selain itu, terapkan juga beberapa teknik mengemudi defensif yang penting ini:

  • Selalu perhatikan jarak aman dengan kendaraan lain;

  • Ketahui titik buta kendaraan Anda;

  • Mematuhi rambu-rambu lalu lintas;

  • Memberi tanda (lampu sein, lampu hazard, maupun lampu indikator) di waktu yang tepat.

  1. Redupkan Lampu Interior

Sebaiknya, matikan atau redupkan lampu dalam mobil saat berkendara di malam hari. Mengapa demikian?

Hal ini karena mata manusia memerlukan waktu setidaknya 5 menit untuk beradaptasi dengan gelap, dan cahaya terang dari dalam mobil justru bisa mengurangi kemampuan Anda dalam melihat jalan yang gelap.

Intinya, mengemudi di malam hari saat mudik lebaran memiliki risiko yang lebih tinggi daripada di siang hari.